11 October, 2009

Wedding Chronicle

Weekend Words.

IMG_8244

23 September, 2009

iklan yang menyentuh hati

pernah nonton ga iklan dari PT Djarum edisi Idul Fitri yang baru keluar baru-barru ini? seorang suami yang berprofesi sebagai pak pos dengan istri yang setia, selalu menunggu beliau datang. meskipun suaminya pulang berwajah asam, si istri tetap bersikap santun. hingga saat selesai shala Eid, sebuah kartu tersempil di kotak pos, dengan tulisan yang menentuh hati. sebuah pemahaman diri, accepting the fact, bahwa sebagai seorang istri, beliau masih banyak kekurangan.

Subhanallah.

kalau semua istri bersikap seperti beliau, dengan memandang ke depan dan ke dalam sebuah pemahaman kondisi dan kesederhanaan kodrat, yang mampu meminta maaf dengan sebuah kerendahan hati, tanpa malah memaki, berteriak karena tersinggung suami pulang ke rumah berwajah asam... ahhh alangkah damainya rumah tangga-rumah tangga...

sebuah iklan yang menyentuh hati, memilki sebuah pesan yang dalam.

18 September, 2009

Eid Mubarak

Eid Mubarak

Selamat menikmati liburan, memperpanjang tali silaturahmi dalam keluarga, sanak saudara, dan handai taulan. Semoga kita diberi hati yang bersih untuk bertemu dengan Ramadhan kembali. Amin.

20 August, 2009

Keindahan Ibunda

Seringkali kupejamkan mata, berusaha mengais setiap helaian kenangan di masa kecil. Pernahkah ibunda berlaku kasar kepada kami, anak-anak beliau? Pernahkah ibunda membentak kami, darah-daging beliau? Pernahkah ibunda menganiaya kami, mutiara-mutiara beliau? Makin dalam kugali detik demi detik sejarah masa lalu, tak pernah kualami semua itu. Ibunda menangis karena kami, anak-anak beliau yang bandel, iya, memang sering. Menangis karena rindu, menangis karena ingin melindungi tapi barangkali tak bisa, menangis karena kecewa mungkin? Tapi ibunda tidak pernah berkata kasar, membentak, apalagi menganiaya.

Ibunda adalah sosok wanita yang aku agungkan, yang aku rindui sepanjang napasku, dan yang aku cintai seumur hidupku. Ibunda juga seorang tauladan dan contoh kelembutan yang tak lekang karena bentangan jarak yang tak terhingga. Ibunda merupakan seorang teman, dan sahabat di kala sedih dan di kala senang. Ibunda juga seorang pengayom profesional yang mampu melunakkan hati yang kasar, menyembuhkan sayap yang patah, menguatkan kaki-kaki yang patah hingga mampu menjejak lagi di alam petualangan kehidupan dunia. Ibunda juga seorang seniwati yang jiwanya berendam dalam keheningan, merantai indah pemahaman atas agungnya Sang Pencipta, dan sanubari yang lembut bagai tiupan kapas di batasan cakrawala.

Sebuah bayangan yang kulihat dalam cermin tanpa tepi, sebuah pengorbanan yang seringkali ibunda lakukan untuk kami dan keluarga. Seringkali kuremuk dalam hati ketika kusaksikan kepala yang tertunduk dengan air mata yang jatuh menggenangi sesakan hati, dicambuki oleh perlakuan-perlakuan tak sedap dari orang-orang yang tidak menghargai kehadirannya di dalam keluarga dan dunia.

Ibunda tidak berontak, tidak berteriak, tidak mengamuk bagai Dursasana. Hanya raga beliau yang akhirnya tidak kuat menerima sikap-sikap durhaka itu, mulut-mulut usil penuh ulat neraka yang kotor itu. Beliau akan terbaring lemas. Hendak menerima semua takdir. Hendak memasrahkan semua kekuatan hidup pada YME. Lalu mendoakan mereka yang berhati hitam disirami rejeki yang melimpah, kekuatan bagai karang yang tak luruh meskipun ombak berdebur mengikis usia, dan memanjatkan ampunan untuk memaafkan.

Tidakkah mereka tahu? Tidakkah mereka sadar? Bahwa jiwa yang lemas tanpa tenaga itu masih mendoakan mereka tanpa rasa dengki sama sekali?

Aku hanya bisa diam di sini, prihatin. Tanpa sebuah perlawanan, ibunda tetaplah ibunda, yang memanfaatkan desah napas untuk memaafkan orang lain. Mampukah aku seindah ibunda? Apakah aku memiliki pintu maaf seluas pintu maaf ibunda?

[Onewhero, August 2009]





08 August, 2009

i'll die in your world only

kadangkala, sebuah benak mempunyai saluran tersendiri yang seringkali tak bisa secara lengkap mengungkapkan isinya. sebuah benak mempunyai kisi-kisi tersendiri yang kadang tidak setiap orang dapat memahaminya. sebuah benak mempunyai kritis logika yang mungkin acapkali membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. things sometimes can go wrong.

semua tergantung dari sebuah persepsi. dan persepsi dalam sebuah konotasi yang lahir dari benakku tidak sama dengan yang terlahir dari benakmu. ini yang disebut pendapat. mungkin juga prinsip. mungkin juga fakta.

tidak semua pendapat benar, tidak semua pendapat salah. karena benar dan salah merupakan sebuah bentuk rakitan kombinasi dari kondisi, latar belakang, emosi, juga pengetahuan seseorang. setiap elemen kombinasi ini berperan terhadap hasil akhir dari proses pemikiran, yang mau tidak mau membuahkan sebuah pro dan kontra. lagi, tergantung dari persepsi orang lain. hey, nobody is perfect.

buatku, persepsi itu penting. pendapat itu penting. hasil dari perpaduan keduanya itu penting.

namun, kadang yang dilihat oleh orang lain terhadap sebuah kondisi tidak sama dengan orang yang menjalani kondisi itu sendiri. seringkali hal ini menjadi sebuah titik tolak sebuah permasalahan. perhaps it will become a prejudice, if one is not careful. heck to say, but a real nuisance, at some stage. but perhaps, this a social networking usually does?

sometimes, i'd just like to go this way: "go keep your nice saint-like words to yourself, it is not of your business, it is my life, my world, no concern of yours, go get your a**e to hell". not nice, huh? really. i never say that to anyone. i don't have a heart to say things like that to anyone. not my type. perhaps, i am more delicate than a flourless chocolate cake. believe me, i will crash and die before you hit me.

ada golongan orang yang mampu memblokir semua persepsi orang lain dengan sekali tendang. ada golongan orang yang mampu menyerap persepsi orang lain, lalu menguraikan setiap detil posisinya, demi membela diri.

untukku: lebih memilih introspeksi, bertindak, lalu diam. atau introspeksi, lalu diam. atau hanya diam.

jika sebuah teguran mampir di dalam ruang introspeksi, ku menengok lagi ke belakang. melihat semua langkah-langkahku. apa yang menjadi titik teguran. bukankah tidak ada arang jika tidak ada api? bukankah tidak ada asap jika tak ada yang menyalakan api?

kulihat lagi ke dalam. introspeksi. mungkin memang benar teguran itu. mungkin memang aku sudah lupa. mungkin memang aku sudah sombong. mungkin memang aku sudah takabur. mungkin memang aku sudah menyebalkan. mungkin memang aku sudah terlalu gembar-gembor. mungkin memang aku sudah menyentuh sisi negatif sehingga membuat orang lain perlu menegur aku, mengingatkan aku.

meskipun tidak ada niat untuk meletakkan diriku pada sisi-sisi negatif, mungkin orang lain mampu melihat lebih daripada aku. mungkin orang lain memiliki ilmu agama yang sudah tinggi sehingga mampu mengupas seluruh sisi negatif pada diriku, dan menegurku. mungkin Allah menegurku lewat teguran orang lain?

Who knows?

i don't feel like to explain myself to anyone who knows more than i know myself, don't you think? but i still think that God is the One who does that. so, what am i going to do? praise a humble human being or God?

relationship is simultaneously important to me. there's nothing in the world that i want to do than just want to keep making friends, keep the mutual relationship on a nice level. i understand you, you do me. that is it. let's still keep our world separated. yeah, you can peek a little of mine, but don't expect me to open a door for you to rumble through inside. there's no way. hang on, aren't we just... friends?

well, ok. it's done. things have been said. although they are deleted, they already cut my heart. let the scar remain, for me to look at and be reminded. that sometimes, friendship can hurt, too. when you dig a little too deep across the boundary. it's called trespassing, mate.

biarlah, aku mengalah saja. jika memang ini salah satu cara buatku memperbaiki diri, akan aku jalani. big deal. tapi jangan pernah menganggap aku akan mati. you can kill me, but you can't kill my mind. my creations will still be there. my works will still be enjoyed. and my world will still be shone. my masterpiece will still be remembered. i'll die in your world. only.

(Hamilton, August 2009)

03 August, 2009

Knitting Yuk!!


knitting by ab '09

Kayaknya knitting sulit, tapi kalo sudah diniatin, dipelajari dan dipraktekkin, ga ada yang sulit kok. Memang banyak pola yang beredar di dunia knitting, jangan menyerah. Semua bisa dipelajari sedikit demi sedikit. Toh setiap pola tidak selalu digunakan dalam semua pembuatan produk knitting. Kalo sudah menguasai beberapa pola, sudah bisa kok membuat bermacam-macam produk, seperti scarf, shawl, cardigan, kaos kaki, dsb.


knitting 2 by ab '09

Aku sendiri cuma sering bikin scarf dan belum mengeksplorasi pola-pola knitting yang ada di buku. Masih pemula banget. Itupun masih mengandalkan plain knit dan purl, belum pernah bikin pola kipas, misalnya. Dan masih lambaaaaaan banget, belum speedy kayak Mum dan Jan yang udah kampiun di dunia perajutan hehehe...

ben knitting by ab '09


Ayo! Kalo Ben aja bisa kenapa ibu-ibu ga bisa? Enak loh knitting sambil nungguin bedug Maghrib di saat bulan Ramadan nanti berbunyi. Iya ga? Ketimbang nonggo di tetangga dan ngegosip? Mending knitting deh. Hyuuukkkkk, mariiiiiii!!!

30 July, 2009

Aku Bukan Super Woman

Aku bukan super woman.
Bener. Sumpah.

Aku punya banyak kekurangan. Punya banyak kelemahan.

Tidak semua benda yang kusentuh menjadi emas.
Tidak semua keringat yang kutuangkan menjadi berlian.

Aku hanya menikmati hidup.
Menikmati karunia dari Allah.
Mengolah tanahNya dan merawat semua yang Dia berikan.

Mencangkul untuk bercocok tanam, karena aku mensyukuri pemberian Allah.
Menanam tanaman, karena aku mengagumi ciptaan Allah.
Menyiram, memangkas, dan memupuki sayuran, karena aku menikmati nikmat dari Allah.
Semua karena Allah.

Tidak perlu perbandingan antara kau dan aku, kawan. Kerja kerasku, mungkin tidak sama dengan kerja kerasmu. Tapi toh kita sama-sama bekerja keras. Semua memiliki pendapatan karenanya. Semua mendapatkan kepuasan dari hasilnya.

Maka, syukurilah.

Lihatlah ke bawah. Berapa banyak orang-orang yang harus mengais sampah untuk ikut meraih kenikmatan seperti kita. Berapa banyak orang-orang yang harus meminum air kali cemaran kita semua untuk ikut mereguk kenikmatan seperti kita. Berapa banyak orang-orang yang harus berteduh dalam rumah kardus dan kolong jembatan untuk ikut menempati kenikmatan seperti kita.

Sekali lagi, aku bukan super woman. Aku masih banyak dosa. Dengan melihat ke bawah dan mensyukuri serta membagi nikmatNya, mudah-mudahan aku dapat menghapus dosaku selapis demi selapis.